Artikel "Kemitraan Usaha / Bisnis"
Kemitraan Usaha / Bisnis 👷

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan seputar kemitraan usaha/bisnis. Sedikit penjelasan tentang kemitraan nih teman-teman, Dalam dunia usaha, kemitraan merupakan satu bentuk usaha bersama, yaitu para mitra usaha berbagi keuntungan atau kerugian sebagai konsekuensi dari kegiatan investasi yang dilakukan.
Kemitraan dalam wirausaha sangat penting. Jika seorang wirausaha memiliki sebuah ide bisnis yang brilian dan prospektif, tetapi tidak memiliki modal atau keterampilan yang dibutuhkan, bukan berarti harus berhenti mewujudkannya karena ada banyak cara untuk mengatasinya. Disinilah salah satu fungsi dan manfaat kemitraan dalam dunia wirausaha. Baik teman-teman tidak perlu banyak basa basi, silahkan disimak penjelasan saya berikut ini.
A. Apa itu Kemitraan Usaha?

Kemitraan Usaha adalah jalinan kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha kecil dengan pengusaha menengah/besar (Perusahaan Mitra) disertai dengan pembinaan dan pengembangan oleh pengusaha besar, sehingga saling memerlukan, menguntungkan dan memperkuat.
Bagi pengusaha informal atau yang sangat kecil skala usahanya dan belum memiliki dasar kewirausahaan yang memadai, kemitraan dengan usaha besar belum tentu efektif karena belum tercipta kondisi saling membutuhkan. Yang terjadi adalah usaha kecil membutuhkan usaha besar sedangkan usaha besar tidak merasa membutuhkan usaha kecil.
B. Tujuan Kemitraan Usaha

Tujuan utama kemitraan ialah mengembangkan pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan dengan landasan dan struktur perekonomian yang kokoh dan berkeadilan dengan ekonomi rakyat sebagai tulang punggung utamanya.
Agar lebih paham lagi dengan tujuan kemitraan, akan saya rincikan tujuan kemitraan yang meliputi beberapa aspek berikut:
1. Tujuan dari Aspek Ekonomi
Dalam kondisi yang ideal, tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kemitraan secara lebih konkrit, yaitu:
1) Meningkatkan pendapataan usaha kecil dan masyarakat.
2) Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan.
3) Meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyakarat dan usaha kecil.
2. Tujuan dari Aspek Sosial dan Budaya
Kemitraan usaha dirancang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan usaha kecil. Pengusaha besar berperan sebagai faktor percepatan pemberdayaan usaha kecil sesuai kemampuan dan kompetensinya dalam mendukung mitra usahanya menuju kemandirian usaha. Hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial.
Kesenjangan sosial diakibatkan oleh kepemilikan sumber daya produksi dan produktivitas yang tidak sama antara pelaku ekonomi. Oleh karena itu, kelompok masyarakat dengan kepemilikan faktor produksi terbatas dan produktivitas rendah akan menghasilkan tingkat kesejahteraan yang rendah pula.
3. Tujuan dari Aspek Teknologi
Secara fakta, usaha kecil biasanya memiliki skala usaha yang kecil dari sisi modal, penggunaan tenaga kerja, teknologi maupun orientasi pasarnya. Sehubungan dengan keterbatasan teknologi pada usaha kecil, pengusaha besar juga diharapkan mau dan mampu memberikan bimbingan teknologi, terutama yang berkenaan dengan teknik berproduksi guna meningkatkan produktivtas dan efisiensi.
4. Tujuan dari Aspek Manajemen
Dengan kemitraan, pengusaha kecil yang pada umumya memiliki tingkat manajemen usaha yang rendah diharapkan memperoleh pebenahan manajemen, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemantapan organisasi.
C. Manfaat Kemitraan Usaha

Manfaat yang dapat diperoleh bagi UKM dan UB yang melakukan kemitraan diantaranya meningkatnya produktivitas, efisiensi, jaminan kualitas, kuantitas dan kontinuitas, menurunkan risiko kerugian, memberikan social benefit yang tinggi yaitu salah satunya termanfaatkannya kepedulian dari perusahaan besar swasta/BUMN terhadap pengusaha kecil melalui program CSR dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
D. Jenis-jenis Kemitraan Usaha

Berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1997, pola kemitraan dibagi kedalam lima jenis kelompok yaitu, inti plasma, subkontrak, dagang umum, keagenan, dan waralaba.
1) Kemitraan inti-plasma, merupakan pola hubungan kemitraan antara petani/kelompok tani atau kelompok mitra sebagai plasma dengan perusahaan inti yang bermitra usaha. Pola inti plasma adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan menengah atau besar sebagai inti membina dan mengembangkan usaha kecil.
2) Kemitraan sub-kontrak, merupakan hubungan kemitraan dimana kelompok mitra memproduksi komponen yang diperlukan perusahaan mitra sebagai bagian dari produksinya.
3) Kemitraan dagang umum, merupakan hubungan kemitraan dimana kelompok mitra memasok kebutuhan yang diperlukan perusahaan mitra dan perusahaan mitra memasarkan hasil produksi kelompok mitra.
4) Kemitraan keagenan, merupakan hubungan kemitraan dimana kelompok mitra diberi hak khusus untuk memasarkan produk usaha perusahaan mitra.
5) Kemitraan waralaba, merupakan pola hubungan kemitraan antara kelompok mitra usaha dengan perusahaan mitra usaha yang memberikan lisensi, merek dagang, dan saluran distribusi perusahaannya kepada kelompok mitra usaha sebagai penerima waralaba yang disertai dengan bantuan bimbingan manajemen.
E. Strategi dan Kebijaksanaan Kemitraan Usaha

Strategi kemitraan merupakan strategi kerjasama yang terbentuk oleh karena adanya dimensi kepercayaan dan komitmen antara partner. Kepercayaan dan komitmen ini terbentuk karena adanya beberapa faktor yang berpengaruh diantaranya adalah faktor ketergantungan sumberdaya, faktor kualitas hubungan, faktor fleksibilitas, dan faktor penyebaran informasi.
Manfaat strategi kemitraan adalah terjadi sinergi sehingga setiap mitra mendapat keuntungan lebih, proses kerja dan hasil yang didapatkan lebih cepat karena informasi yang memadai, karena dengan adanya informasi yang sama dapat memperoleh manfaat dan keunggulan tambahan dari mitra, tercapainya efisiensi dan efektivitas.
Kebijaksanaan kemitraan usaha diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Kebijaksanaannya terdapat pada BAB 5 Koordinasi dan Pengendalian pasal 24 yaitu Menteri melakukan koordinasi dalam hal penyusunan kebijaksanaan dan program pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta pengendalian umum terhadap pelaksanaan kemitraan usaha nasional.
F. Penerapan Kemitraan Usaha Pada BMC Saya (Jaket Denim)

Seperti usaha-usaha yang lain, tentunya usaha clothing ini juga menawarkan kerja sama kepada siapa saja yang ingin menjadi Mitra usaha. Menawarkan kerja sama dalam bentuk kemitraan baik itu distributor maupun reseller yang tentunya dengan investasi yang terjangkau.
Seperti yang akan saya tawarkan nantinya, untuk bisa bergabung menjadi Mitra usaha clothing Jaket Denim, saya menawarkan tiga paket kemitraan, yaitu Paket Hemat Rp 50 ribu, Paket Cerdas Rp 150 ribu, dan Paket Ideal Rp 300 ribu. Jadi saya mengandalkan katalog sebagai media promosi pada Mitra saya.
Sekian penjelasan dari saya, mohon maaf bila ada kekurangan dalam penulisan artikel diatas. Terimakasih sudah membaca artikel saya. Artikel ini sebagai tugas sesi 9 mata kuliah kewirausahaan.
Komentar
Posting Komentar